Guru Sudah Terbiasa Menilai

Jum`at, 23 Januari 2015 20:51:14 - Posting by redaksi - 270 views

Guru Sudah Terbiasa Menilai

Kompetensi riil peserta didik tak bisa hanya dilihat dari hasi ujian sekolah yang akan menjadi penentu kelulusan. Perlu beragam penilaian kelas agar informasi  mengenai capaian peserta didik lebih lengkap. Ujian sekolah sebaiknya hanya menjadi salah satu kriteria penentuan kelulusan dan proporsinya lebih kecil dibandingkan dengan penilaian kelas sejak semester pertama.

                Kapasitas guru untuk mengembangkan dan menerapkan beragam model penilaian kelas perlu ditingkatkan lewat pelatihan. Pradigma penilaian semistinya ditekankan pada Assessment as Learning dibandingkan dengan assessment of Learning dominan saat ini. Assessment as Learning lebih berperan mengarahkan siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Untuk menentukan kelulusan peserta didik harus dilihat dari semua komponen atau aspek. Tidak bisa hanya dari satu aspek apakah itu ujian sekolah atau ujian nasional (UN). Ini berarti penilaian guru harus menjadi komponen penentu kelulusan peserta didik.

                Ujian sekolah yang menjadi penentu kelulusan, memang sesuai amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 58 ayat (1) yang menyebutkan evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik atau guru. Pasal 61 ayat (2) menyebutkan, ijazah diberikan kepada peserta didik setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

                Adapun UN hanya mengedepankan aspek kongnitif. Guru sebenarnya sudah terbiasa dengan penilaian lokal sekolah sehingga tidak perlu ada proyek untuk memasuki perubahan yang aka nada. Sekolah cukup membuat komitmen bersama untuk melaksanakan sistem penilaian sekolah yang objektif dan berprinsip pada potensi anak dan komprehensif.

                Perubahan ini tidak memerlukan proyek diklat yang berlebihan. Asosiasi-asosiasi profesi guru seperti musyawarah guru mata pelajaran perlu diperdayakan kembali. Masyarakat juga tidak perlu khawatir guru dan sekolah akan mengkatrol nilai peserta didik. Opini seperti itu juga justru mengabaikan sistem penilaian yang komprehensif dan menunjukkan kecurigaan yang berlebihan kepada guru. Perbaikan nilai terhadap anak setelah melalui proses mengulang adalah hal biasa dalam kerja professional guru..mas-KP

Tags #guru #menilai #sudah #terbiasa